KOMUNIKASI DATA
KOMUNIKASI
DATA
1. Komunikasi Data
Komunikasi data adalah merupakan
bagian dari telekomunikasi yang secara khusus
berkenaan dengan transmisi atau
pemindahan data dan informasi diantara computer komputer
dan piranti-piranti yang lain dalam
bentuk digital yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti
informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan baguan
vital dari suatu masyarakat informasi karena
sistem ini menyediakan infrastruktur
yang memungkinkan komputer-komputer dapat
berkomunikasi satu sama lain.
PENDAHULUAN
Pertama kali komputer ditemukan, ia
belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat
sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang
pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer
sudah menjamur di mana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh
perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas, atau lembaga-lembaga lainnya,
tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya
kita memiliki radio.
Mayoritas pemakai komputer terdapat
di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu perusahaan yang besar
seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang
mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali
dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya dengan cara
manual. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk menghasilkan
informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan
benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami
pengolahan dari tangan ke tangan.
Apabila demikian bagaimana dengan
data yang akan dioleh berasal dari cabang-cabang yang tersebar di beberapa
tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun
suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan
untuk pengolahan data. Tetapi kenyataannya, dalam sirkulasi suatu sistem
pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian. Secara garis besar
suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data,
pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai
dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusi
data dan informasi untuk beberapa lokasi.
Pengertian Komunikasi data
berhubungan erat dengan pengiriman data menggunakan sistem transmisi elektronik
satu terminal komputer ke terminal komputer lain. Data yang dimaksud disini adalah
sinyal-sinyal elektromagnetik yang dibangkitkan oleh sumber data yang dapat
ditangkap dan dikirimkan ke terminal-terminal penerima. Yang dimaksud terminal
adalah peralatan untuk terminal suatu data seperti disk drive, printer,
monitor, papan ketik, scanner, plotter dan lain sebagainya.
Mengapa diperlukan suatu teknik
komunikasi data antar komputer satu dengan komputer atau terminal yang lain.
Salah satunya adalah sebagai berikut :
- Adanya distributed processing , ini mutlak
diperlukan jaringan sebagai sarana pertukaran data.
- Transaksi sering terjadi pada suatu lokasi yang berbeda
dengan lokasi pengolahan datanya atau lokasi di mana data tersebut akan
digunakan, sehingga data perlu dikirim ke lokasi pengolahan data dan
dikirim lagi ke lokasi yang membutuhkan informasi dari data tersebut.
- Biasanya lebih efisien atau lebih murah mengirim data
lewat jalur komunikasi, lebih-lebih bila data telah diorganisasikan
melalui komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.
- Suatu organisasi yang mempunyai beberapa lokasi
pengolahan data, data dari suatu lokasi pengolahan yang sibuk dapat
membagi tugasnya dengan mengirimkan data ke lokasi pengolahan lain yang
kurang atau tidak sibuk.
Jaringan komputer mulai berkembang
di awal tahun 1980 sebagai media komunikasi komunikasi yang berkembang pesat.
Sehingga sampai saat ini komputer menjadi sarana komunikasi yang sangat efektif
dan hampir seluruh bentuk informasi melibatkan komputer dalam penggunaannya.
Dengan ditemukannya internet,
berbagai informasi bisa diakses dari rumah dengan biaya yang murah. Komunikasi
data sebenarnya merupakan gabungan dua teknik yang sama sekali jauh berbeda
yaitu pengolahan data dan telekomunikasi. Dapat diartikan bahwa komunikasi data
memberikan layanan komunikasi jarauk juah dengan sistem komputer.
MODEL KOMUNIKASI
Dalam proses komunikasi data dari
satu lokasi ke lokasi yang lain, harus ada minimal 3 unsur utama sistem yaitu
sumber data, media transmisi dan penerima. Andaikan salah satu unsur tidak ada,
maka komunikasi tidak dapat dilakukan. Secara garis besar proses komunikasi
data digambarkan berikut ini :
Sumber Data.
Pengertian sumber data adalah unsur
yang bertugas untuk mengirimkan informasi, misalkan terminal komputer, Sumber
data ini membangkitkan berita atau informasi dan menempatkannya pada media
transmisi. Sumber pada umumnya dilengkapi dengan transmitter yang berfungsi
untuk mengubah informasi yang akan dikirimkan menjadi bentuk yang sesuai dengan
media transmisi yang digunakan, antara lain pulsa listrik, gelombang
elektromagnetik, pulsa digital. Contoh dari transmisi adalah modem yaitu
perangkat yang bertugas untuk membangkitkan digital bitstream dari PC sebagai
sumber data mejadi analog yang dapat dikirimkan melalui jaringan telepon biasa
menuju ke tujuan.
Media Transmisi
Media transmisi data merupakan jalur
dimana proses pengiriman data daari satu sumber ke penerima data. Beberapa
media transmisi data yang dapat digunakan jalur transmisi atau carrier dari
data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain.
Dalam hal ini berfungsi sebagai jalur informasi untuk sampai pada tujuannya.
Ada beberapa hal yang berhubungan
dengan transmisi data yaitu kapasitas dan tipe channel transmisi, kode
transmisi, mode transmisi, protokol yang digunakan dan penggunaan kesalahan
transmisi.
Beberapa media transmisi yang
digunaka antara lain: twisted pair, kabel coaxial, serat optik dan gelombang
elektromagnetik.
Penerima Data.
Pengertian penerima data adalah alat
yang menerima data atau informasi, misalkan pesawat telepon, terninal komputer,
dan lain-lain. Berfungsi mnerima data yang dikirimkan oleh suatu sumber
informasi. Perima merupakan suata alat yang disebut receiver yang fungsinya
untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam
bentuk tertentu yang dapat ditangkap dan digunakan oleh penerima. Sebagai
contoh modem yang berfungsi sebagai receiver yang menerima sinyal analog yang
dikirim melalui kabel telepon dan mengubahnya menjadi suatu bit stream agar
dapat ditangkap oleh komputer penerima.
Untuk mempermudah pengertian,
komunikasi dapat dijelaskan dengan suatu model komunikasi yang sederhana,
seperti pada gambar 4.2. Kegunaan dasar dari sistem komunikasi ini adalah
menjalankan pertukaran data antara 2 pihak. Pada gambar diberikan contoh, yaitu
komunikasi antara sebuah workstation dan sebuah server yang dihubungkan sengan
sebuah jaringan telepon. Contoh lainnya bisa berupa pertukaran sinyal-sinyal
suara antara 2 telepon pada satu jaringan yang sama.
Berikut ini penjelasan dari contoh
komunikasi data tersebut
- Source (Sumber). Peralatan ini membangkitkan data
sehingga dapat ditransmisikan. Misalkan telepon dan PC (Personal Computer)
- Transmiter (Pengirim). Biasanya data yang dibangkitkan
dari sistem sumber tidak ditransmisikan secara langsung dalam bentuk
aslinya. Sebuah transmisi cukup memindah dan menandai informasi dengan
cara yang sama seperti menghasilkan sinyal-sinyal elektromagnetik yang
dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi berurutan. Sebagai
contoh, sebuah modem tugasnya menyalurkan suatu digital bit stream dari
suatu alat yang sebelumnya sudah dipersiapkan misalnya PC, dan
menstransformasikan bit stream tersebut menjadi suatu sinyal analog yang
dapat ditransmisikan melalui jaringan telepon.
- Sistem Transmisi. Berupa jalur transmisi tunggal atau
jaringan kompleks yang menghubungkan antara sumber dengan tujuan.
- Receiver (Penerima). Receiver menerima sinyal dari
sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat
ditangkap oleh tujuan. Sebagai contoh, sebuah modem akan menerima suatu
sinyal analog yang datang dari jaringan atau jalur transmisi dan
mengubahnya menjadi suatu digital bit stream.
- Destination (Tujuan). Menangkap data yang dihasilkan
okeh receiver.
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI DATA
Suatu sistem komunikasi data dapat
berbentuk offline communication system (sistem komunikasi offline) atau online
communication system (sistem komunikasi online). Sistem komunikasi data dapat
dimulai dengan sistem yang sederhana, seperti misalnya jaringan akses terminal,
yaitu jaringan yang memungkinkan seorang operator mendapatkan akses ke
fasilitas yang tersedia dalam jaringan tersebut. Operator bisa mengakses
komputer guna memperoleh fasilitas, misalnya menjalankan program aplikasi,
mengakses database, dan melakukan komunikasi dengan operator lain. Dalam
lingkungan ideal, semua fasilitas ini harus tampak seakan-akan dalam
terminalnya, walaupun sesungguhnya secara fisik berada pada lokasi yang
terpisah.
Sistem Komunikasi Off line.
Sistem komunikasi Offline adalah
suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi
ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh
CPU (Central Processing Unit). Seperti pada Gambar 4.3, di mana data yang akan
diproses dibaca oleh terminal, kemudian dengan menggunakan modem, data tersebut
dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem,
kemudian oleh terminal, data disimpan ke alamat perekam seperti pada disket,
magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam data ini, nantinya dapat
diproses oleh komputer.
Peralatan-peralatan yang diperlukan
dalam sistem komunikasi offline, antara lain :
1. Terminal
Terminal adalah suatu I/O device
yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan menggunakan
fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam, seperti
magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas
telekomunikasi yang sering digunakan, seperti :
telepon, telegraf,
telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model adalah singkatan dari
Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode
digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.
Sistem Komunikasi On line.
Pada sistem komunikasi On line ini,
data yang dikirim melalui terminal komputer bisa langsung diperoleh, langsung
diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkan.
Sistem Komunikasi On line ini dapat
berupa:
- Realtime system
- Batch Processing system
- Time sharing system
- Distributed data processing system
Realtime system
Suatu realtime system memungkinkan
untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika
pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim
data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali
mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang
dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu
penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 detik, hanya
sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.
Sistem realtime ini juga
memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan
distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman
dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat.
Pada realtime system, merupakan
komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Kebutuhan informasi harus dapat
dipenuhi pada saat yang sama atau dalam waktu seketika itu juga. Pada sistem
ini proses dilakukan dalam hitungan beberapa detik saja, sehingga diperlukan
jalur komunikasi yang cepat, sistem pengolahan yang cepat serta sistem memori
dan penampungan atau buffer yang sangat besar.
Penggunaan sistem ini memerlukan
suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan
karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap
untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah
magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses
langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan
multiprogramming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam satu waktu yang
sama.
Time sharing system
Time sharing system adalah suatu
teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut
waktu yang diperlukan pemakai (gambar 4.5). Disebabkan waktu perkembangan
proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi
kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien
dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Christopher Strachy pada
tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh
CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time
sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan
diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8
pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090.
Salah satu penggunaan time sharing
system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank.
Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau
mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh
operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard),
kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya,
menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku
tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.
Distributed data processing system
Distributed data processing (DDP)
system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan
dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar
yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan
telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system
dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar
secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap
komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan
berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem.
Setiap lokasi menggunakan komputer
yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta
dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang
tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.
JARINGAN KOMUNIKASI DATA
Jaringan Komunikasi data atau
Jaringan Komputer merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama
lain menggunakan protokol dan media transmisi tertentu. Berdasarkan luas area
cakupan yang dicapai jaringan komputer dapat diklasifikan menjadi : Local Area
Network (LAN) dan Wide area Network (WAN). Luas cakupan LAN lebih kecil dari
WAN biasanya terdiri dari sekelompok gedung yang saling berdekatan.
TOPOLOGI JARINGAN
Topologi jaringan merupakan suatu
cara untuk menghubungkan komputer atau terminal-terminal dalam suatu jaringan.
Model dari topologi jaringan yang ada antara lain: Star, Loop, ring dan Bus.
Topologi Star
Pada topologi ini LAN terdiri dari
sebuah cntral node yang berfungsi sebagai pengatur arus informasi dan
penanggung jawa komunikasi dalam suatu jaringan. Jadi jika node yang satu ingin
berkomunikasi dengan node yang lain maka harus melalui sentral node. Fungsi
central node disini sangat penting, biasanya dalam sistem ini harus mempunyai
kehandalan yang tinggi.
Topologi Bus
Pada topologi bus ini, node yang
satu dengan node yang lain dihubungkan dengan jalur data atau bus. Semua node
memiliki status yang sama antara satu dengan yang lainnya.
Topologi Loop
Topologi Loop ini menghubungkan
antar node secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Semua node
memiliki status yang sama.
Pada topologi loop ini, setiap node
dapat melakukan tugas untuk operasi yang berbeda-beda. Topologi ini memiliki
kelemahan, jika salah satu node rusak maka akan dapt menyebabkan gangguan
komunikasi antar node satu dengan yang lainnya.
Topologi Ring
Topologi ring atau topologi cincin
ini merupakan topologi hasil penggabungan antara topologi loop dengan topologi
bus. Keuntungannya adalah bahwa jika salah satu node rusak, maka tidak akan
mengganggu jalannya komunikasi antar node karena node yang rusak tersebtu
diletakkan terpisah dari jalur data.
PROTOKOL
Protokol dipergunakan untuk proses
komunikasi data dari sistem-sistem yang berbeda-beda. Protokol merupakan
sekumpulan aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi seperti pembuatan
hubungan, proses transfer suatu file, serta memecahkan berbagai masalah khusus
yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi tersebut
supaya komunikasi dapat berjalan dan dilakukan dengan benar.
Beberapa hal yang berhubungan dengan
tugas-tugas protokol antara lain:
- Mengaktifkan jalur komunikasi data langsung, serta
sistem sumber harus menginformasikan identitas sistem tujuan yang
diinginkan kepada jaringan komunikasi.
- Sistem sumber harus dapat memastikan bahwa sistem
tujuan benar-benar telah siap untuk menerima data.
- Aplikasi transfer file pada sistem sumber harus dapat
memastikan bahwa program manajemen file pada sistem tujuan benar-benar
dipersiapkan untuk menerima dan menyimpan file untuk beberapa user
tertentu.
- Bila format-format file yang dipergunakan pada kedua
sistem tersebtu tidak kompatibel, maka salah satu satau sistem yang lain
harus mamapu melakukan fungsi penerjemahan format.
Standarisasi Protokol
Beragamnya berbagai komponen dan
perangkat komputer dalam suatu jaringan, membutuhkan suatu standard protokol
yang dapt digunakan oleh beragam perangkat tersebut. Modedl OSI (Open Systems
Interconnection) dikembangkan oleh ISO(International Organization for
Standardization) sebagai model untuk arsitektur komunikasi komputer, serta
sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standard-standard protokol. Model OSI
terdiri dari tujuh lapisan, yaitu :
- Application Layer
- Presentation Layer
- Session Layer
- Transport Layer
- Network Layer
- Data Link Layer
- Physical Layer
Penjelasan dari ketujuh lapisan OSI
diatas dijelaskan sebagai berikut :
- Application Layer
Merupakan lapisan yang menyediakan
akses ke lingkungan OSI bagi pengguna serta menyediakan layanan informasi
terdistribusi.
- Presentation Layer
Menyediakan keleluasaan terhadap
proses aplikasi untuk bermacam-macam representasi data. Juga melakukan proses
kompresi dan enkripsi data agar keamanan dapat lebih terjamin.
- Session Layer
Menyediakan struktur kontrol untuk
komunikasi diantara aplikasi-aplikasi; menentukan, menyusun, mengatur dan
mengakhiri sesi koneksi diantara aplikasi-aplikasi yang sedang beroperasi.
- Transport Layer
Menyediakan transfer data yang
handal dan transparan diantara titik-titik ujung; menyediakan perbaikan end to
end error dan flow control.
- Network Layer
Melengkapi lapisan yang lebih tinggi
dengan keleluasaan dari transmisi data dan teknologi-teknologi switching yang
dipergunakan untuk menghubungkan sistem; bertugas menyusun, mempertahankan,
serta mengakhiri koneksi.
- Data Link Layer
Menyediakan transfer informasi yang
reliabel melewati link fisik; mengirimi block (frame) dengan sinkronisasi yang
diperlukan, kontrol error, dan flow control.
- Physical Layer
Berkaitan dengan transmisi bit
stream yang tidak terstruktur sepanjang media physical (physical medium);
berhubungan dengan karakteristik prosedural, fungsi, elektris, dan mekanis
untuk mengakses media fisikal.
1.1 Komponen Komunikasi Data
- · Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
- · Penerima, adalah piranti yang menerima data
- · Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
- · Media pengiriman, adalah media atau saluran
yang digunakan untuk
mengirimkan data
- · Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi
untuk menyelaraskan
hubungan.
2. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog
Dengan Digital
2.1 Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data
dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu,
yang membawa informasi dengan
mengubah karakteristik gelombang.
Dua parameter/karakteristik
terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah
amplitude dan frekuensi. Isyarat
analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus,
mengingat gelombang sinus merupakan
dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal
ini didasarkan kenyataan bahwa
berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat
diperoleh dari perpaduan sejumlah
gelombang sinus.
Dengan menggunakan sinyal analog, maka
jangkauan transmisi data dapat
mencapai jarak yang jauh, tetapi
sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang
pada sinyal analog yang umumnya
berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable
dasar, yaitu amplitudo, frekuensi
dan phase.
- · Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya
tegangan dari sinyal analog.
- · Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal
analog dalam satuan detik.
- · Phase adalah besar sudut dari sinyal analog
pada saat tertentu.
2.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data
dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan
mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya
memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1,
sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau,
tetapi transmisi dengan sinyal
digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data
yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal
dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua
keadaan ini biasa disebut dengan
bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.
3
Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau
satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit
adalah 2 buah (21). Kemungkinan
nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,
01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah
kemungkinan nilai yang terbentuk oleh
kombinasi n bit adalah sebesar 2n
buah.
3. Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang
mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam
sebuah jaringan komputer, misalnya
mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain
yang harus dipenuhi oleh sisi
pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat
berlangsung dengan benar, walaupun
sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda
sama sekali. Protokol ini mengurusi
perbedaan format data pada kedua sistem hingga
pada masalah koneksi listrik.
Standar protokol yang terkenal yaitu
OSI (Open System Interconnecting) yang
ditentukan oleh ISO (International
Standart Organization).
3.1 Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur
- · Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
- · Mengatur proses transfer data
2. Format atau bentuk
- · representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary)
- · Jenis pesan dan makna masing-masing pesan
3.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol
adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan
sisi penerima dalam berkomunikasi
serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi
protokol secara detail dapat dijelaskan
berikut:
- · Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly
adalah membagi informasi yang dikirim
menjadi beberapa paket data pada
saat sisi pengirim mengirimkan informasi
dan setelah diterima maka sisi
penerima akan menggabungkan lagi menjadi
paket informasi yang lengkap.
- · Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah
melengkapi informasi yang dikirimkan dengan
address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
- · Connection control
Fungsi dari Connection control adalah
membangun hubungan (connection)
komunikasi dari sisi pengirim dan
sisi penerima, dimana dalam membangun
hubungan ini juga termasuk dalam hal
pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
- · Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan
datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
- · Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari
kesalahan, baik itu dalam proses
pengiriman maupun pada waktu data
itu diterima. Fungsi dari error control
adalah mengontrol terjadinya
kesalahan yang terjadi pada waktu data
dikirimkan.
5
- · Transmission service
Fungsi dari transmission service
adalah memberi pelayanan komunikasi data
khususnya yang berkaitan dengan
prioritas dan keamanan serta perlindungan
data.
3.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam
bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini
mengandung arti supaya jaringan yang
dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam
layer ini, jumlah, nama, isi dan
fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan
dari setiap layer ini adalah memberi
layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari
layer ini menunjukkan tahapan dalam
melakukan komunikasi.
Antara setiap layer yang berdekatan
terdapat sebuah interface. Interface ini
menentukan layanan layer yang di
bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat
merencanakan sebah jaringan,
hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan
interface yang tepat yang akan
ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.
3.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard
Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol
komunikasi data. Model tersebut
dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection)
Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang
mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat
terdiri atas sejumlah protocol yang
berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan
yang sesuai dengan fungsi layer
tersebut.
1. Application Layer:
interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource
jaringan yang diakses. Kelompok
aplikasi dengan jaringan:
- · File transfer dan metode akses
- · Pertukaran job dan manipulasi
- · Pertukaran pesan
6
2. Presentation Layer: rutin
standard me-presentasi-kan data.
- · Negosiasi sintaksis untuk transfer
- · Transformasi representasi data
3. Session Layer: membagi
presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
- · Kontrol dialog dan sinkronisasi
- · Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi
4. Transport Layer:
- · Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung
- · Manajemen koneksi
- · Kontrol kesalahan
- · Fragmentasi
- · Kontrol aliran
5. Network Layer: Pengalamatan
dan pengiriman paket data.
- · Routing
- · Pengalamatan secara lojik
- · setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
6. Data-link Layer: pengiriman
data melintasi jaringan fisik.
- · Penyusunan frame
- · Transparansi data
- · Kontrol kesalahan (error-detection)
- · Kontrol aliran (flow)
7. Physical Layer: karakteristik
perangkat keras yang mentransmisikan sinyal
data.
4. Router, Bridge dan Repeater
4.1 Router
Router adalah merupakan piranti yang
menghubungkan dua buah jaringan yang
berbeda tipe maupun protokol. Dengan
router dapat dimungkinkan untuk :
- · Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki
topologi dan protokol yang
berbeda.
7
- · Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan
jaringan pada lokasi yang
lain.
- · Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi
jaringan-jaringan yang
lebih kecil dan mudag untuk
dikelola.
- · Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan
informasi yang tersedia
dapat diakses oleh siapa saja.
- · Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke
tujuan.
- · Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak
berhak dengan cara
membatasi akses terhadap data-data
yang tidak berhak untuk diakses.
4.2 Bridge
Bridge adalah jenis perangkat yang
diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama
(ataupun bertopologi berbeda) tetapi
dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing
jaringan tidak saling mempengaruhi
jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang
tidak mengubah isi maupun bentuk
frame yang diterimanya, disamping itu bridge
memiliki buffer yang cukup untuk
menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman
dan penerimaan data.
Adapun alasan menggunakan bridge
adalah sebagai berikut :
- · Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan
jumlah maksimum stasiun,
panjang maksimum segmen, dan bentang
jaringan
- · Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge
dapat menyaring lalu lintas data
antar dua segmen jaringan
- · Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja
semakin menurun
- · Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan
disambungkan, penggunaan bridge
dengan saluran komunikasi jarak jauh
jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan
menghubungkan langsung dua sistem
tersebut
4.3 Repeater
Repeater adalah piranti yang
berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal
atau isyarat yang melewatinya, Dua
sub jaringan yang dilewatkan pada repeater
memiliki protokol yang sama untuk
semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk
memperbesar batasan panjang satu
segmen. Sehingga dapat digunakan untuk
memperpanjang jangkauan jaringan.
Komunikasi data 2
Dalam jaringan komputer, komunikasi
antar-komputer terjadi pada saat salah
satu komputer mengirim data atau file
kepada komputer lainnya. Untuk itu diperlukan
media komunikasi. Data yang
dikirimkan diubah menjadi gelombang-gelombang sinyal
yang dapat ditransfer melalui media
transmisi. Di sisi penerima, energi yang diambil dari
media transmisi diubah kembali
menjadi data yang dapat dibaca oleh komputer
penerima. Mekanisme ini disebut
sebagai komunikasi data.
Data yang dikirim berupa file digital.
Agar data yang berupa sinyal 0 dan 1
tersebut dapat dipindahkan dari
komputer satu ke komputer lain dalam jaringan, maka
bilangan-bilangan tersebut harus
diubah menjadi sinyal-sinyal transmisi. Pengubah data
komputer menjadi sinyal-sinyal
transmisi dinamakan transmitter, sedangkan pengubah
sinyal-sinyal transmisi menjadi data
digital disebut receiver. Transmitter biasanya
bekerja secara simultan bersama receiver.
Transmitter maupun Receiver yang umum
dipakai di antaranya adalah Modulator-Demodulator
(Modem) dan Network Interface
Card (NIC) atau yang populer disebut sebagai ethernet-card
atau LAN-Card.
Media transmisi dapat berupa kabel
yang mengubah sinyal digital menjadi sinyal
listrik, serta media wireless yang
mengubah sinyal digital menjadi gelombang frekuensi.
Selain itu di dalam komunikasi data
terdapat pula perangkat tambahan yang
berfungsi untuk menyebarkan akses
jaringan komputer dari media transmisi ke seluruh
node, perangkat ini disebut sebagai
konsentrator.
Komunikasi Data 2
Komputer
Pengirim
Komputer
Receiver Penerima
Media
Transmitter Transmisi
Perangkat-perangkat jaringan
komunikasi pada komputer
Konsentrator
Perangkat ini merupakan tulang
punggung (backbone) utama suatu jaringan
komputer yang banyak digunakan saat
ini, khususnya bila topologi yang digunakan adalah
star. Sesuai namanya, konsentrator digunakan untuk memusatkan
akses seluruh node
baik berupa client (PC,
laptop, PDA UMPC dsb), gateway-router maupun server yang
terhubung ke jaringan. Pada jaringan
komputer dengan media kabel, konsentrator yang
digunakan berupa Hub maupun Switch.
Sedangkan pada jaringan nirkabel, konsentrator
yang digunakan berupa Wireless
Access Point (WAP).
Hub
Secara sederhana, Hub merupakan
konsentrator yang bersifat statis dan
membagi akses jaringan secara merata
kepada seluruh node yang terhubung, tanpa
mempedulikan apakah node tersebut
aktif atau tidak.
Komunikasi Data 3
Switch
Secara fisik, nyaris tidak ada
perbedaan bentuk yang signifikan antara Hub
dengan Switch. Namun switch
memiliki keunggulan yang menyebabkan para
administrator jaringan memilih untuk
meninggalkan hub, meskipun harga switch saat ini
masih sedikit lebih mahal. Switch
mampu membagi akses jaringan hanya kepada node
yang aktif, sehingga bila node yang
aktif sedikit, akses jaringan lebih cepat.
Wireless Access Point (WAP)
WAP merupakan perangkat yang
mengijinkan perangkat nirkabel (wireless) untuk
terhubung ke jaringan komputer
menggunakan standar WiFi maupun standar lain yang
sesuai. WAP biasanya menyebarkan
akses dari koneksi jaringan kabel. Perangkat yang
ingin terhubung pada jaringan yang
disebarkan oleh WAP harus memiliki WiFi-adaptor.
Cakupan wilayah penyebaran akses WAP
biasa dikenal dengan istilah hot-spot.
Transmitter / Receiver
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
transmitter dan receiver bekerja secara
simultan pada satu perangkat. Saat
ini terdapat berbagai macam perangkat transmitter
dan receiver, seperti LAN-card,
modem maupun WLAN-adaptor.
Komunikasi Data 4
Local Area Network (LAN) – card
Pada jaringan berskala lokal (LAN)
data komputer ditransmisikan melalui media
transmisi dan diterima kembali di komputer
penerima melewati sebuah LAN-card atau
yang biasa juga disebut Network
Interface Card (NIC) atau Ethernet-card.
Pada komputer, LAN-card biasa
dipasang pada salah satu slot ekspansi (PCI atau
ISA) pada motherboard komputer. Pada
NIC terdapat konektor yang berfungsi untuk
memasang kabel komunikasi yang
terhubung dalam jaringan. Gambar LAN-card
Modulator – Demodulator (Modem)
Modem berfungsi untuk mengirim dan
menerima sinyal-sinyal data pada
komputer yang terhubung pada
jaringan luas secara langsung (direct connection).
Terdapat beberapa mekanisme yang
saat ini banyak digunakan, yaitu dial-up dan
Asynchronous Digital Subscribe Line (ADSL). Selain itu juga terdapat modem yang
mendukung layanan bergerak (mobile)
maupun seluler dengan teknologi General
Package Radio System (GPRS) pada layanan GSM maupun layanan teknologi Code
Division
Multiple Access (CDMA).
(a) (a) modem dial-up internal
(b) ;(b) modem ADSL
(c) (c) modem CDMA PCMCIA
(d) (d) modem
GPRS USB
Gambar 2.7 Macam-macam modem; (a) modem dial-up internal;(b) modem ADSL
(c) modem CDMA PCMCIA (d) modem
GPRS USB
Komunikasi Data 5
Wireless LAN (WLAN) – Adaptor
Dengan semakin pesatnya perkembangan
teknologi sambungan nirkabel,
perangkat WLAN-adaptor semakin
banyak ditemui, Perangkat inilah yang memungkinkan
pengguna komputer dapat memanfaatkan
akses jaringan di suatu area yang biasa disebut
“Hot Spot”. Pada
perangkat-perangkat mobile terkini seperti laptop, Personal Digital
Assintance (PDA), smart-phone, maupun Ultra-Mobile Portable
Computer (UMPC),
WLAN-adaptor merupakan perangkat wajib yang biasanya sudah terintegrasi.
TINJAUAN KOMUNIKASI DATA
TINJAUAN KOMUNIKASI DATA
II.1. Pengertian Data dan Informasi.
Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang
berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan
pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan
bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi
informasi merupakan
II.1. Pengertian Data dan Informasi.
Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang
berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan
pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan
bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi
informasi merupakan
DATA
- PENGOLAHAN
- INFORMASI
fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi
tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis
(register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
- INFORMASI
fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi
tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis
(register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
II.2. Pengertian Komunikasi Data.
Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media.
Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan
sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali
disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting
dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang.
Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media.
Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan
sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali
disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting
dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang.
Fungsi sistem komunikasi data:
1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
TINJAUAN KOMUNIKASI DATA
II.1. Pengertian Data dan Informasi.
Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang
berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan
pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan
bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi
informasi merupakan
II.1. Pengertian Data dan Informasi.
Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang
berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan
pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan
bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi
informasi merupakan
DATA
- PENGOLAHAN
- INFORMASI
fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi
tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis
(register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
- INFORMASI
fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi
tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis
(register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
II.2. Pengertian Komunikasi Data.
Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media.
Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan
sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali
disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting
dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang.
Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media.
Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan
sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali
disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting
dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang.
Fungsi sistem komunikasi data:
1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
2. Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data
tersebut dibuat.
3. Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai
lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi.
1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
2. Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data
tersebut dibuat.
3. Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai
lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi.
II.3. Komponen dasar sistem
komunikasi data.
Sistem komunikasi data dapat dibagi menjadi tiga komponen utama:
1. Sumber komunikasi.
2. Media komunikasi.
3. Penerima (kadang-kadang disebut sink atau host).
Sistem komunikasi data dapat dibagi menjadi tiga komponen utama:
1. Sumber komunikasi.
2. Media komunikasi.
3. Penerima (kadang-kadang disebut sink atau host).
II.4. Pengenalan jaringan komunikasi
data.
Jaringan adalah seri dari beberapa point yang dihubungkan oleh beberapa
jenis saluran komunikasi. Tiap point (disebut Node) adalah komputer,
walaupun ia dapat terdiri dari peralatan pengubah, printer, mesin FAX atau
alat lain. Jaringan komunikasi data merupakan kumpulan sirkuit komunikasi
data yang dikelola sebagai kesatuan tunggal. Kumpulan jaringan komunikasi
data dan orang yang memasukkan data, yang menerima data dan yang mengelola
serta mengendalikan jaringan membentuk sistem komunikasi.
Jaringan adalah seri dari beberapa point yang dihubungkan oleh beberapa
jenis saluran komunikasi. Tiap point (disebut Node) adalah komputer,
walaupun ia dapat terdiri dari peralatan pengubah, printer, mesin FAX atau
alat lain. Jaringan komunikasi data merupakan kumpulan sirkuit komunikasi
data yang dikelola sebagai kesatuan tunggal. Kumpulan jaringan komunikasi
data dan orang yang memasukkan data, yang menerima data dan yang mengelola
serta mengendalikan jaringan membentuk sistem komunikasi.
II.5. Komunikasi melalui satelit.
Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini
hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular
konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak
di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi
bergerak sangat rendah.
Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi
manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru
dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya.
Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini
hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular
konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak
di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi
bergerak sangat rendah.
Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi
manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru
dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya.
II.5.1. Transmisi satelit.
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang digunakan
untuk mengirim dan menerima data, dan satelit, kadang-kadang disebut
transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link), memperkuat
sinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan kembali data ke
stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Bila perubahan dalam frekuensi
terjadi maka up-link tidak akan menganggu down-link.
Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal harus
berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi. Waktu delay
biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang disebabkan oleh
waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke sepanjang stasiun bumi.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi yang
berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4
sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan
20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang
dibutuhkan untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar.
Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan
stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band
mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya diperpendek.
Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk mengkonsentrasikan
sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil.
Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah
untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka.
Dalam beberapa hal, pengurai (scrambler) digunakan untuk mendistorsi sinyal
sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun (descrambler) yang ada pada
stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal asli.
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang digunakan
untuk mengirim dan menerima data, dan satelit, kadang-kadang disebut
transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link), memperkuat
sinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan kembali data ke
stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Bila perubahan dalam frekuensi
terjadi maka up-link tidak akan menganggu down-link.
Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal harus
berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi. Waktu delay
biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang disebabkan oleh
waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke sepanjang stasiun bumi.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi yang
berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4
sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan
20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang
dibutuhkan untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar.
Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan
stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band
mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya diperpendek.
Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk mengkonsentrasikan
sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil.
Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah
untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka.
Dalam beberapa hal, pengurai (scrambler) digunakan untuk mendistorsi sinyal
sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun (descrambler) yang ada pada
stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal asli.
BAB III
SISTEM TELEPON KENDARAAN BERGERAK DENGAN MENGGUNAKAN VSAT
SISTEM TELEPON KENDARAAN BERGERAK DENGAN MENGGUNAKAN VSAT
III.1. Komponen-komponen pokok.
Didalam sistem telepon kendaraan bergerak dengan menggunakan VSAT terdapat
komponen-komponen pokok yang merupakan penunjang terselenggaranya sistem
telekomunikasi ini. Dalam hal ini terdapat komponen-komponen pokok dari
Sistem Telepon Kendaraan Bergerak (STKB) dan komponen-komponen pokok dari
VSAT itu sendiri.
Didalam sistem telepon kendaraan bergerak dengan menggunakan VSAT terdapat
komponen-komponen pokok yang merupakan penunjang terselenggaranya sistem
telekomunikasi ini. Dalam hal ini terdapat komponen-komponen pokok dari
Sistem Telepon Kendaraan Bergerak (STKB) dan komponen-komponen pokok dari
VSAT itu sendiri.
III.1.1. Komponen-komponen pokok
STKB.
Ada tiga komponen utama pendukung sistem ini, yaitu:
- Mobile unit (unit yang bergerak) dalam hal ini pesawat pelanggan seperti
mobil (car mounted), telepon jinjing (portable) dan telepon genggam
(handheld).
- Radio Base Station (stasiun basis radio)/RBS/Cell Site merupakan
penghubung antara unit bergerak dengan sentralnya (Mobile Switching
Centre/MSC).
- Mobile Switching Centre/MSC (sentral telepon bergerak) mempunyai fungsi
seperti sentral telepon umum/Public Service Telephone Network (PSTN) yaitu
melaksanakan fungsi-fungsi:
1. Pemberi arah (Routing)
2. Pengontrolan (Controlling)
3. Pensinyalan (Signalling)
4. Pemberi muatan (Charging)
dan fungsi lain seperti perpindahan (hand off) serta penjelajahan
(roaming).
MSC merupakan koordinator seluruh sel dalam satu daerah layanan dan sebagai
penghubung antara sistem selular dengan jaringan telepon umum (PSTN).
Ada tiga komponen utama pendukung sistem ini, yaitu:
- Mobile unit (unit yang bergerak) dalam hal ini pesawat pelanggan seperti
mobil (car mounted), telepon jinjing (portable) dan telepon genggam
(handheld).
- Radio Base Station (stasiun basis radio)/RBS/Cell Site merupakan
penghubung antara unit bergerak dengan sentralnya (Mobile Switching
Centre/MSC).
- Mobile Switching Centre/MSC (sentral telepon bergerak) mempunyai fungsi
seperti sentral telepon umum/Public Service Telephone Network (PSTN) yaitu
melaksanakan fungsi-fungsi:
1. Pemberi arah (Routing)
2. Pengontrolan (Controlling)
3. Pensinyalan (Signalling)
4. Pemberi muatan (Charging)
dan fungsi lain seperti perpindahan (hand off) serta penjelajahan
(roaming).
MSC merupakan koordinator seluruh sel dalam satu daerah layanan dan sebagai
penghubung antara sistem selular dengan jaringan telepon umum (PSTN).
III.1.2. Komponen-komponen pokok
VSAT.
Jaringan VSAT terdiri atas tiga komponen pokok, yaitu: satelit (menggunakan
satelit Palapa B1), Stasiun Pengendali Utama atau Stasiun Poros (HUB
station) dan Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT).
Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT) terdiri atas dua unit: Unit Luar Gedung
(ULG/Outdoor Unit) dan Unit Dalam Gedung (UDG/Indoor Unit) yang saling
dihubungkan dengan Penghubung Antar Fasilitas (PAF/Interfacility Link).
ULG berupa sebuah antena parabola dengan diameter 1,8 meter dan unit RF
yang ditempelkan pada antena tersebut. Dan bentuk fisik UDG ialah sebuah
kotak mirip komputer PC. SBM/VSAT ini dipasang di lokasi pemakai.
Jaringan VSAT terdiri atas tiga komponen pokok, yaitu: satelit (menggunakan
satelit Palapa B1), Stasiun Pengendali Utama atau Stasiun Poros (HUB
station) dan Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT).
Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT) terdiri atas dua unit: Unit Luar Gedung
(ULG/Outdoor Unit) dan Unit Dalam Gedung (UDG/Indoor Unit) yang saling
dihubungkan dengan Penghubung Antar Fasilitas (PAF/Interfacility Link).
ULG berupa sebuah antena parabola dengan diameter 1,8 meter dan unit RF
yang ditempelkan pada antena tersebut. Dan bentuk fisik UDG ialah sebuah
kotak mirip komputer PC. SBM/VSAT ini dipasang di lokasi pemakai.
Dilihat dari bentuk fisiknya,
stasiun Poros tak lain adalah sebuah stasiun
bumi tradisional yang mempunyai antena parabola dengan diameter 10 meter.
Daya pancarnya 400 watt, hampir 100 kali daya pancar yang dimiliki SBM/VSAT.
Secara garis besar komponen dari stasiun poros adalah:
1. Packed Switch/Network Control System.
2. Subsistem IF pada HUB station.
3. Subsistem RF.
bumi tradisional yang mempunyai antena parabola dengan diameter 10 meter.
Daya pancarnya 400 watt, hampir 100 kali daya pancar yang dimiliki SBM/VSAT.
Secara garis besar komponen dari stasiun poros adalah:
1. Packed Switch/Network Control System.
2. Subsistem IF pada HUB station.
3. Subsistem RF.
Stasiun poros (HUB station)
berfungsi sebagai pengendali kerjanya jaringan
sistem komunikasi SBM/VSAT yaitu:
- Penulisan alamat
- Memantau transponder dan hubungan host
- Memantau dan mengontrol jalur data yang melalui jaringan
sistem komunikasi SBM/VSAT yaitu:
- Penulisan alamat
- Memantau transponder dan hubungan host
- Memantau dan mengontrol jalur data yang melalui jaringan
- Mengontrol pengaksesan ke satelit.
III.2. Sistem Telepon Bergerak
dengan menggunakan VSAT.
Sistem komunikasi bergerak dengan menggunakan VSAT memerlukan sebuah
satelit geostasioner. Pada sistem dengan menggunakan VSAT, satelit yang
digunakan bekerja pada frekuensi Ku-band (14/12 GHz) atau C-band (6/4 GHz).
Hubungan satelit hanya digunakan untuk menghubungkan MSC dengan Remote
Switching Unit (RSU). Hubungan ini membawa trafik kontrol jaringan yang
berupa data dan menyediakan hubungan suara antar remote switching dengan
MSC. Dengan demikian pesawat pelanggan tidak perlu daya yang besar dan
digunakan pesawat handheld.
Sistem komunikasi bergerak dengan menggunakan VSAT memerlukan sebuah
satelit geostasioner. Pada sistem dengan menggunakan VSAT, satelit yang
digunakan bekerja pada frekuensi Ku-band (14/12 GHz) atau C-band (6/4 GHz).
Hubungan satelit hanya digunakan untuk menghubungkan MSC dengan Remote
Switching Unit (RSU). Hubungan ini membawa trafik kontrol jaringan yang
berupa data dan menyediakan hubungan suara antar remote switching dengan
MSC. Dengan demikian pesawat pelanggan tidak perlu daya yang besar dan
digunakan pesawat handheld.
Pelanggan bergerak beroperasi pada
800 MHz berkomunikasi dengan RBS
terdekat. Panggilan kemudian diteruskan ke mobile switch melalui hubungan
satelit. Mobile switch meneruskan lagi melalui PSTN ke tujuan.
Daya pancar SBM/VSAT hanya 5 watt. Dengan daya yang relatif kecil dan
diameter antenanya yang kecil pula tidak memungkinkan sinyal yang
dipancarkan dari satu SBM dapat diterima SBM tujuan. Oleh karena itu
diperlukan penguat sinyal. Dalam hal ini dilakukan oleh stasiun poros (HUB
station).
Jadi cara kerja antar SBM pada dasarnya dilakukan melalui dua kali pancaran
yaitu dari SBM ke stasiun poros (pancaran pertama) dan dari stasiun poros ke
SBM yang dituju (pancaran kedua). Untuk satu kali pancaran dibutuhkan waktu
0,25 detik, karena dua kali pancaran maka dibutuhkan waktu 0,5 detik. Dengan
demikian komunikasi lewat jaringan SKSBM ada kelambatan (delay inheren)
sebesar lebih kurang 0,5 detik. Hal ini bila digunakan untuk komunikasi
suara akan terasa kelambatannya dan memungkinkan akan terjadi tabrakan
suara.
terdekat. Panggilan kemudian diteruskan ke mobile switch melalui hubungan
satelit. Mobile switch meneruskan lagi melalui PSTN ke tujuan.
Daya pancar SBM/VSAT hanya 5 watt. Dengan daya yang relatif kecil dan
diameter antenanya yang kecil pula tidak memungkinkan sinyal yang
dipancarkan dari satu SBM dapat diterima SBM tujuan. Oleh karena itu
diperlukan penguat sinyal. Dalam hal ini dilakukan oleh stasiun poros (HUB
station).
Jadi cara kerja antar SBM pada dasarnya dilakukan melalui dua kali pancaran
yaitu dari SBM ke stasiun poros (pancaran pertama) dan dari stasiun poros ke
SBM yang dituju (pancaran kedua). Untuk satu kali pancaran dibutuhkan waktu
0,25 detik, karena dua kali pancaran maka dibutuhkan waktu 0,5 detik. Dengan
demikian komunikasi lewat jaringan SKSBM ada kelambatan (delay inheren)
sebesar lebih kurang 0,5 detik. Hal ini bila digunakan untuk komunikasi
suara akan terasa kelambatannya dan memungkinkan akan terjadi tabrakan
suara.
III.3. Jaringan STKB.
Pada setiap daerah layanan beberapa RBS dihubungkan ke satu Remote
Switching Unit (RSU). RSU dihubungkan dengan MSC melalui hubungan satelit
dan dihubungkan dengan sentral telepon PSTN dengan hubungan teresterial
(kabel). Dengan adanya RSU ini terjadi beberapa pengurangan fungsi MSC,
misalnya fungsi hand off antara RBS yang ditangani oleh satu RSU dan untuk
panggilan ke pelanggan PSTN di area sekitar RBS langsung diteruskan ke
sentral PSTN yang terhubung dengan RSU – tidak melalui MSC.
Pada setiap daerah layanan beberapa RBS dihubungkan ke satu Remote
Switching Unit (RSU). RSU dihubungkan dengan MSC melalui hubungan satelit
dan dihubungkan dengan sentral telepon PSTN dengan hubungan teresterial
(kabel). Dengan adanya RSU ini terjadi beberapa pengurangan fungsi MSC,
misalnya fungsi hand off antara RBS yang ditangani oleh satu RSU dan untuk
panggilan ke pelanggan PSTN di area sekitar RBS langsung diteruskan ke
sentral PSTN yang terhubung dengan RSU – tidak melalui MSC.
III.4. Metode Akses Satelit.
Untuk mengefisienkan penggunaan kapasitas satelit digunakan metode akses
MCPC-DAMA (Multiple Channel Per Carrier – Demand Assignment Multiple Access)
untuk hubungan suara dan Slotted ALOHA untuk kanal kontrol jaringan. Tiap
RSU dapat membangun komunikasi dengan RSU yang lain atau MSC dengan beberapa
carrier.
Untuk mengefisienkan penggunaan kapasitas satelit digunakan metode akses
MCPC-DAMA (Multiple Channel Per Carrier – Demand Assignment Multiple Access)
untuk hubungan suara dan Slotted ALOHA untuk kanal kontrol jaringan. Tiap
RSU dapat membangun komunikasi dengan RSU yang lain atau MSC dengan beberapa
carrier.
III.4.1. MCPC-DAMA.
Akses berganda menurut permintaan (Demand Assignment Multiple Access)
memungkinkan pengiriman suatu informasi bila penerima memerlukannya
(memintanya). Dengan kata lain, informasi tersebut bisa di-pool, sementara
yang lainnya juga bisa diakses bila diperlukan.
Akses berganda menurut permintaan (Demand Assignment Multiple Access)
memungkinkan pengiriman suatu informasi bila penerima memerlukannya
(memintanya). Dengan kata lain, informasi tersebut bisa di-pool, sementara
yang lainnya juga bisa diakses bila diperlukan.
III.4.2. ALOHA.
TDMA akses acak, atau ALOHA adalah metode lain dalam disiplin TDMA utama
(Gbr.3.4) yang secara sederhana mengisikan suatu penyangga data pancar dan
kemudian mengirimkan isinya secara acak. Stasiun Bumi akan menunggu selama
periode tertentu sampai informasi yang sama dikirimkan kembali
(retransmitted) dan diharapkan ada satu kanal yang bersih untuk menangkap
transmisi (kiriman).
TDMA akses acak, atau ALOHA adalah metode lain dalam disiplin TDMA utama
(Gbr.3.4) yang secara sederhana mengisikan suatu penyangga data pancar dan
kemudian mengirimkan isinya secara acak. Stasiun Bumi akan menunggu selama
periode tertentu sampai informasi yang sama dikirimkan kembali
(retransmitted) dan diharapkan ada satu kanal yang bersih untuk menangkap
transmisi (kiriman).
ALOHA memungkinkan pengosongan
penyangga dari pemancar hanya pada saat-saat
tertentu saja, bila tidak demikian maka sistem yang relatif sederhana ini
akan menjadi rumit; ia akan tetap bekerja baik bila tetap terkendalikan
dengan baik dan tidak kelebihan beban.
tertentu saja, bila tidak demikian maka sistem yang relatif sederhana ini
akan menjadi rumit; ia akan tetap bekerja baik bila tetap terkendalikan
dengan baik dan tidak kelebihan beban.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
IV.1. Rangkuman.
Jaringan VSAT terdiri atas 3 komponen pokok, yaitu: satelit, stasiun poros
(HUB station) dan Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT). Sedangkan Stasiun Bumi
Mikro (SBM/VSAT) itu sendiri terdiri atas dua unit: Unit Luar Gedung
(ULG/Outdoor Unit) dan Unit Dalam Gedung (UDG/Indoor Unit) yang saling
dihubungkan dengan Penghubung Antar Fasilitas (PAF/Interfacility Link).
Sistem komunikasi bergerak dengan menggunakan VSAT memerlukan sebuah
satelit geostasioner. Satelit ini bekerja pada frekuensi Ku-band (14/12 GHz)
atau C-band (6/4 GHz).
Cara kerja antar SBM pada dasarnya dilakukan melalui dua kali pancaran
yaitu dari SBM ke Stasiun Poros (pancaran pertama) dan dari Stasiun Poros ke
SBM yang dituju (pancaran kedua). Untuk satu kali pancaran dibutuhkan waktu
0,25 detik, karena dua kali pancaran maka dibutuhkan waktu 0,5 detik. Dengan
demikian komunikasi lewat jaringan SKSBM ada kelambatan (delay inheren)
sebesar lebih kurang 0,5 detik.
Untuk lebih mengefisienkan penggunaan kapasitas satelit digunakan metode
akses MCPC-DAMA (Multiple Channel Per Carrier-Demand Assignment Multiple
Access) untuk hubungan suara dan Slotted Aloha untuk kanal kontrol jaringan.
Jaringan VSAT terdiri atas 3 komponen pokok, yaitu: satelit, stasiun poros
(HUB station) dan Stasiun Bumi Mikro (SBM/VSAT). Sedangkan Stasiun Bumi
Mikro (SBM/VSAT) itu sendiri terdiri atas dua unit: Unit Luar Gedung
(ULG/Outdoor Unit) dan Unit Dalam Gedung (UDG/Indoor Unit) yang saling
dihubungkan dengan Penghubung Antar Fasilitas (PAF/Interfacility Link).
Sistem komunikasi bergerak dengan menggunakan VSAT memerlukan sebuah
satelit geostasioner. Satelit ini bekerja pada frekuensi Ku-band (14/12 GHz)
atau C-band (6/4 GHz).
Cara kerja antar SBM pada dasarnya dilakukan melalui dua kali pancaran
yaitu dari SBM ke Stasiun Poros (pancaran pertama) dan dari Stasiun Poros ke
SBM yang dituju (pancaran kedua). Untuk satu kali pancaran dibutuhkan waktu
0,25 detik, karena dua kali pancaran maka dibutuhkan waktu 0,5 detik. Dengan
demikian komunikasi lewat jaringan SKSBM ada kelambatan (delay inheren)
sebesar lebih kurang 0,5 detik.
Untuk lebih mengefisienkan penggunaan kapasitas satelit digunakan metode
akses MCPC-DAMA (Multiple Channel Per Carrier-Demand Assignment Multiple
Access) untuk hubungan suara dan Slotted Aloha untuk kanal kontrol jaringan.
IV.2. Saran-saran.
Memperhatikan kebutuhan yang ada di Indonesia dewasa ini, maka penggunaan
VSAT lebih cocok mengingat:
1. Belum seluruh wilayah Indonesia membutuhkan pelayanan jasa telepon
bergerak.
2. Mahalnya sumber daya ruang angkasa (space resources).
Dengan STKB yang menggunakan VSAT, dapat dimanfaatkan satelit yang sudah ada
(PALAPA).
Dilihat dari fasilitas yang ditawarkan dan kemampuan transmisinya, VSAT
merupakan sarana telekomunikasi yang handal dan murah. Dikatakan murah sebab
perangkat VSAT relatif sederhana sehingga mudah diperbaiki dan cepat
dipasang.
Memperhatikan kebutuhan yang ada di Indonesia dewasa ini, maka penggunaan
VSAT lebih cocok mengingat:
1. Belum seluruh wilayah Indonesia membutuhkan pelayanan jasa telepon
bergerak.
2. Mahalnya sumber daya ruang angkasa (space resources).
Dengan STKB yang menggunakan VSAT, dapat dimanfaatkan satelit yang sudah ada
(PALAPA).
Dilihat dari fasilitas yang ditawarkan dan kemampuan transmisinya, VSAT
merupakan sarana telekomunikasi yang handal dan murah. Dikatakan murah sebab
perangkat VSAT relatif sederhana sehingga mudah diperbaiki dan cepat
dipasang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar